Jika Anda berpikir bahwa uang adalah segalanya,
apakah yang akan Anda katakan tentang orang dalam tanda lingkaran merah ini …
Dia adalah putra tunggal Tan Sri Ananda Krishnan (orang terkaya kedua di Malaysia & Asia Tenggara serta nomor 89 di dunia). Ia tidak menggunakan kesempatan bekerja bersama ayahnya untuk memperluas kerajaan ayahnya yang memiliki kekayaan pribadi lebih dari Rp 8 miliar. Ia malah memilih kehidupan sebagai seorang bhikkhu sederhana sejak 13 tahun yang lalu.
Sampai sekarang, ia dengan nama YM Siripannyo masih menjalankan kehidupan sebagai bhikkhu meditasi di hutan sesuai dengan tradisi Thailand.
Ananda Krishnan Menyediakan Waktu untuk Anak
TAN SIN CHOW, The Asia News Network (The Star)
GEORGE TOWN | Tue, 04/24/2012 2:15 PM
Miliarder T. Ananda Krishnan mengambil cuti dari jadwal sibuk beliau untuk dapat bertemu dengan anaknya yaitu Bhikkhu Siripannyo, yang sedang melaksanakan latihan meditasi di Penang Hill sini. Baca Selengkapnya…
2600 Tahun Khotbah Pertama Candi Pawon & Mendut, 28 Juli 2012
Tatkala Roda Dhamma telah diputar oleh Sang Bhagavā, dewa-dewa Bumi,
Dewa-Dewa dari Surga Catumaharajika dan Surga Tavatimsa berseru serempak:
“Di dekat Benares, di Isipatana, di Migadāya, telah diputar Roda Dhamma
yang tiada bandingannya oleh Sang Bhagavā,
yang tidak dapat dihentikan, baik oleh seorang Samaṇa,
Brahmana, Devā, Māra, Brahma, maupun oleh siapapun di dunia!”
(Dhammacakkappavattana Sutta) Baca Selengkapnya…
DVD Latihan Dasar Meditasi
Bersama YM Uttamo Mahathera
Dengan bahasa yang mudah dicerna khas YM Uttamo Mahathera, DVD ini sangat cocok bagi yang ingin mengenal tentang meditasi.
Kita akan mendapatkan dasar pengetahuan meditasi secara singkat dan sederhana.
Hal tersebut diharapkan menjadi modal dasar dan mampu memberikan semangat untuk berlatih meditasi di rumah, mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun kelak ketika mengikuti suatu program latihan meditasi intensif di Meditation Center.
Harga: Rp. 100.000,- [ Isi 3 (tiga) keping DVD ]
Segera dapatkan DVD berharga ini di Bursa Vihara terdekat atau di Bursa Samaggi Phala.
Info selanjutnya, silahkan lihat di :
Yang Mulia Ajahn Chah adalah seorang ahli dalam menggunakan perumpamaan yang tepat namun tidak biasa dalam menjelaskan berbagai aspek Dhamma.
Terkadang beliau membuat sesuatu yang abstrak menjadi jelas dengan menggunakan sebuah gambaran yang hidup dan sederhana; terkadang beliau mengungkapkan dampak suatu peristiwa dalam sebuah cara yang mampu menimbulkan berbagai lapis pengertian, memberikan rangsangan untuk berpikir lebih dalam. Dengan kata lain, beberapa dari perumpamaan beliau akan memberikan jawaban, sedangkan beberapa perumpamaan lainnya akan mengundang pertanyaan.
Setelah beliau meninggal dunia, beberapa koleksi perumpamaan dari ceramah Dhamma beliau telah dikumpulkan. Buku terjemahan ini sebagian besar berdasarkan pada sebuah koleksi yang disusun oleh murid Thai beliau, Ajahn Jandee, di tahun-tahun awal dekade ini.
Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya
Jl. Agung Permai XV/12, Jakarta 14350
Telp (021) 64716739. Faks (021) 6450206
Vihara Mendut
Kotakpos 111, Kota Mungkid 56501, Magelang
Telp / Faks (0293) 788564
PESAN WAISAK 2556 TB / 2012
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa
Na attahetu na parassa hetu, Na puttamicche na dhanam na rattham
Na iccheyya adhammena samiddhimattano, Sa silava pabbava dhammiko siya
(Dhammapada 84)
Tidak untuk kepentingan diri sendiri ataupun kepentingan orang lain,
tidak menginginkan keturunan, kekayaan, kedudukan, maupun kemuliaan dengan cara salah;
demikianlah orang hidup sesuai kebenaran menggunakan kebijaksanaan dan berperilaku baik.
Hari Raya Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa yang terjadi pada saat purnamasidi di bulan Waisak. Peristiwa suci kelahiran Pangeran Siddhattha Gotama pada tahun 623 s.M. di Taman Lumbini, India Utara; peristiwa suci pencerahan ke-Buddha-an Pertapa Siddhattha Gotama pada tahun 588 s.M. di Bodhgaya; dan peristiwa suci parinibbana atau mangkatnya Buddha Gotama pada tahun 543 s.M. di Kusinara. Marilah kita mengagungkan tiga peristiwa suci itu dengan cara memahami, menerapkan, dan menghayati kebenaran Dhamma ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Kebijaksanaan Tonggak Kejujuran, demikian tema Peringatan Waisak 2556 TB / 2012 Sangha Theravada Indonesia. Baca Selengkapnya…
Bagaimana Cara Menghindari Bencana
dalam Pandangan Buddhis
oleh : Bhikkhu Uttamo
Penjelasan Bhikkhu Uttamo tentang “Bagaimana Cara Menghindari Bencana dalam Pandangan Buddhis” yang disampaikan dengan cara sederhana dan mudah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterangan :
Video ini akan dapat disaksikan dengan mudah untuk mereka yang menggunakan fasilitas internet yang relatif cukup cepat.
Apabila koneksi internet Anda tidak terlalu cepat, harap sabar menanti saat video sedang di download sehingga gambar tampak putus-putus.
Penampilan seperti itu adalah wajar.
Semoga hal ini dapat dimaklumi.
Selamat menyaksikan
Nama ‘Samaggi Phala’ terdiri dari dua kata bahasa Pali, yaitu ‘Samaggi’ yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai: ‘Persatuan’ sedangkan ‘Phala’ adalah ‘Buah’. Jadi, ‘Samaggi Phala’ dapat diartikan sebagai ‘Buah Persatuan’.
Penggunaan nama ini dimaksudkan agar website Buddhis Samaggi Phala dapat dijadikan sarana menggalang persatuan para umat serta simpatisan Buddhis di manapun berada . . . . . .
Kisah Devadatta Suatu ketika kedua murid utama Sang Buddha; Yang Ariya Sariputta dan Yang Ariya Maha Moggallana, pergi dari Savatthi menuju Rajagaha. Di sana, orang-orang Rajagaha mengundang mereka, bersama seribu pengikut mereka, untuk menerima makan pagi. Posting ini telah dilihat sebanyak :700 Print PDF
No. 293 KĀYA-VICCHINDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jatuh diserang oleh penyakit,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang. Diceritakan bahwasanya di Sāvatthi hiduplah seorang laki-laki yang tersiksa karena sakit kuning, yang tidak dapat disembuhkan oleh para tabib, suatu penyakit yang tiada harapan. Istri dan anaknya mengembara untuk [...]
No. 249 SĀLAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bagaikan anak kandungku sendiri,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang mahāthera. Dikatakan bahwasanya thera ini menahbiskan seorang pemuda, yang kemudian diperlakukan olehnya dengan tidak baik. Sāmaṇera (Samanera) tersebut pada akhirnya tidak tahan dengan perlakuannya dan kembali menjalani kehidupan duniawi. [...]
Web Samaggi Phala dapat diakses melalui handphone pada alamat yang sama namun dengan tampilan berbeda yaitu Samaggi Phala Mobile Version.
Bila Anda menemukan kekurangan maupun link yang belum berfungsi sesuai harapan, jika berkenan, silahkan memberikan masukan maupun saran melalui fasilitas Kontak Kami.
Terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kerjasama yang telah diberikan.
Sekedar selingan :
Silahkan gunakan klik kiri mouse di kolam untuk memberi makan ikan-ikan yang sedang asyik berenang mengikuti arah mouse sebagai latihan berpikir dan berbuat kebajikan
Bagikan info pada halaman ini lewat Facebook, Twitter dsb.