Palmistri Palmterapi VS Kamma – B. Uttamo

 

 

Palmistri Palmterapi
VS
Kamma

Oleh B. Uttamo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posting ini telah dilihat sebanyak :2260

Menjaga Otak tetap Cemerlang dalam 3 Menit

 

 

 

 

Menjaga Otak tetap Cemerlang dalam 3 Menit

 

Semakin bertambah usia, kemampuan otak semakin menurun. Namun, kini ditemukan cara untuk memperlambat kerusakan otak yakni menenangkan pikiran dari segala hal alias meditasi selamat tiga menit setiap harinya.

Peneliti dari University of California meneliti jaringan otak orang tua dan muda. Didapatkan data yang tak mengejutkan bahwa jaringan otak pada orang tua lebih banyak yang rusak dibandingkan anak muda. Namun, proses kerusakan ini ternyata terjadi dimulai pada pertengahan usia 20-an yang pada akhirnya bisa membuat kehilangan ingatan alias pikun.

Namun, mereka yang rutin melakukan meditasi bisa memperlambat buruknya kemampuan otak.

“Meditasi itu seperti memberikan otak latihan olahraga,” terang penulis studi Florian Kurth, MD, PhD seperti dilansir Men’s Health, Selasa (14/4/2015).

Lewat meditasi dapat membantu otak terus tumbuh meski usia bertambah. Dampak meditasi yang bisa mengurangi stres pun diprediksi peneliti turut berdampak terhadap kesehatan otak.

Aktivitas ini, sebaiknya dilakukan oleh mereka yang sering melakukan beragam aktivitas dalam waktu bersamaan. Karena meditasi mampu melatih kesabaran dan ketenangan jiwanya.

“Coba untuk berlatih meditasi setiap hari. Setelah 4-6 minggu Anda akan merasakan perbedaan kinerja otak,” terang Florian.

 

 

Sumber : msn.com

 

 

 

 

Posting ini telah dilihat sebanyak :3632

Penderitaan Terjadi Karena Adanya Perubahan

 

Penderitaan Terjadi Karena Adanya Perubahan

 

Sutar Soemitro | Monday, 13 April 2015 8.45 AM Dharma

 

 

 

 

Bagi Anda yang sudah mengenal Buddhisme, tentu sudah sering mendengar ungkapan bahwa hakekat kehidupan adalah penderitaan, sehingga kita harus menemukan jalan menghentikannya agar mencapai kebahagiaan.

Menurut Bhikkhu Uttamo, untuk menghentikan penderitaan, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu penderitaan dan apa penyebabnya. Berdasarkan analisa tersebut barulah kita dapat menentukan bagaimana cara menghentikan penderitaan.

“Penderitaan adalah karena perubahan,” jelas Bhante Uttamo dalam Dhammatalk ‘Stop Suffering, Start Living’ yang diadakan oleh KMB Dharmayana Universitas Tarumanagara, Jakarta di kampus Universitas Tarumanagara pada Minggu (12/4/2015). Tampil juga Harry Sutanto sebagai pembicara dan Ponijan Liaw sebagai moderator. Rektor Universitas Tarumanagara Roesdiman Soegiarso juga hadir. Baca Selengkapnya…

Posting ini telah dilihat sebanyak :3760

Pesan Waisak 2559 / 2015

 

 

SANGHA THERAVADA INDONESIA

Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi,
BSD City Sektor VII Blok C Nomor 6,
Tangerang Selatan 15321.
Telp (021) 53167061, Faks. (021) 53156737.

 Vihara Mendut,
Kotakpos 111, Kota Mungkid 56501, Magelang
Telp / Faks (0293) 788564.

 

 

PESAN WAISAK 2559/2015

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammàsambuddhassa

 Dhammam care sucaritam, Na nam duccaritam care
Dhammacari sukham seti, Asmim loke paramhi ca
(Dhammapada 169)

 Sepatutnya ia melaksanakan Dhamma dengan baik, tidak melaksanakan dengan buruk.
Ia yang senantiasa melaksanakan Dhamma, akan berbahagia di dunia ini dan di dunia lain.

 

 

Hari Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu: kelahiran Siddhartha Gotama calon Buddha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, serta kemangkatan Guru Agung Buddha. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari yang sama, yaitu hari purnama sidi, bulan Waisak, dengan tahun yang berbeda-beda: kelahiran calon Buddha tahun 623 SM di Kapilavasthu, India Utara; Pencerahan Sempurna tahun 588 SM di Bodhgaya, India; dan Buddha mangkat tahun 543 SM pada usia 80 tahun, di Kusinara, India. Hari Trisuci Waisak 2559 tahun ini jatuh pada tanggal 2 Juni 2015. Seluruh umat Buddha di dunia memperingati Trisuci Waisak dengan laku puja bakti, meditasi, pendalaman Dhamma ajaran Buddha, serta kegiatan-kegiatan sosial-budaya Buddhis lain.

Sangha Theravada Indonesia mengangkat tema Trisuci Waisak 2559/2015: Dhamma Melindungi yang Melaksanakan. Dhamma ajaran Buddha meliputi tiga aspek, yaitu: pelajaran, pelaksanaan, dan pengalaman. Pelajaran Dhamma terdapat dalam kitab suci Tipitaka yang memuat kebenaran-Dhamma dan kemoralan-Vinaya, sedangkan pelaksanaan Dhamma adalah praktik kesusilaan (moral), praktik keteguhan pikiran (meditasi), dan praktik kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Dhamma adalah hasil praktik kesusilaan, keteguhan pikiran, dan kebijaksanaan, yang berupa lenyapnya penderitaan.

Baca Selengkapnya…

Posting ini telah dilihat sebanyak :5516

Agama untuk Hidup – B. Uttamo

 

 

Agama untuk Hidup
atau
Hidup untuk Agama

Oleh Bhikkhu Uttamo

 

 

 

 

 

 

 

Posting ini telah dilihat sebanyak :5229

Keputusan Rapat Dewan Pimpinan Sangha I/2015

 

SANGHA THERAVADA INDONESIA
Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya
Jl. Agung Permai XV/12, Jakarta 14350
 Telp (021) 647 16739. Faks (021) 6450206

Vihara Mendut
Kotakpos 111, Kota Mungkid 56501, Magelang
 Telp (0293) 788236, Faks (0293) 788404

KEPUTUSAN

KARAKASANGHASABHA (DEWAN PIMPINAN) I/2015
SANGHA THERAVADA INDONESIA

NOMOR: 01 /RAPIM-I/III/2015

NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASSA

 

 

Menimbang :
Perlunya penanganan manejerial dan operasional dalam lembaga Sangha Theravada Indonesia, kehidupan para bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia, dan pembinaan umat Buddha Indonesia oleh Sangha Theravada Indonesia, demi terwujudnya pembangunan masyarakat Buddhis yang berlandaskan dasar negara Pancasila, berpedoman Buddhadhamma, serta berkepribadian Nasional.

Mengingat :
1. Dhamma Vinaya
2. Piagam Sangha Theravada Indonesia
3. Keputusan-keputusan Sidang Mahasanghasabha (Persamuhan Agung), Rapat Therasamagama (Dewan Sesepuh), Rapat Karakasanghasabha (Dewan Pimpinan), dan Rapat Adhikaranasabha (Dewan Kehormatan) Sangha Theravada Indonesia

Memperhatikan :
Musyawarah dan mufakat dalam Rapat Karakasanghasabha (Dewan Pimpinan) I/2015 Sangha Theravada Indonesia, pada tanggal 5— 6 Maret 2015, di Vihara Buddha Sasana, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat,  yang dihadiri peserta rapat yang terdiri dari 9 bhikkhu Dewan Pimpinan (Karakasanghasabha), 13 bhikkhu Ketua Bhikkhu Daerah Pembinaan Provinsi (Padesanayaka), serta peninjau rapat yang terdiri dari 1 bhikkhu Ketua Dewan Sesepuh (Theranayaka), 1 bhikkhu Ketua Dewan Kehormatan (Adhikarananayaka), dan 5 bhikkhu

 

 

MEMUTUSKAN

 

Menetapkan :
Baca Selengkapnya…

Posting ini telah dilihat sebanyak :2460
 Page 1 of 398  1  2  3  4  5 » ...  Last »