Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh di seluruh kota.
Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil.
Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya. Tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Baca Selengkapnya…
“ATITAM NANVAGAMEYYA,
NAPPATIKANKHE ANAGATAM.
YADATITAMPAHINATAM,
APPATANCA ANAGATAM.”
“Janganlah seseorang menyesali masa lalu,
atau melamun tentang masa mendatang.
Yang lalu sudah lewat,
yang akan datang belumlah tiba.”
Dulu, ketika kita masih kecil, kita sering ditanya oleh orang tua kita, tetangga, teman dan oleh siapa saja yang bertemu dengan kita. Maklum anak kecil, jawabannya tentu sangat polos. Aku mau menjadi guru, aku mau jadi pilot, aku mau jadi presiden, dan lain-lain jawabannya. Apakah cita cita yang dilontarkan pada masa kecil itu akan menjadi kenyataan? Tidak. Tidak semua cita-cita kita bisa tercapai, bahkan cita cita itu terkadang tidak sama dengan kemampuan kita sehingga kandas di tengah jalan.
Seperti halnya yang saya alami sekarang. Dahulu saya tidak mempunyai cita-cita untuk menjadi bhikkhu, namun saat ini saya menjadi seorang bhikkhu. Cita cita hanyalah tinggal cita cita dan hanya menjadi sebuah kenangan.
Masing-masing orang mempunyai kemampuan yang tidak sama, karena pengalaman masa lampaunya yang tidak sama. Baca Selengkapnya…
Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.
Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.
Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.
Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya. Baca Selengkapnya…
Illustrasi kehidupan yang luar biasa…
Mudah-mudahan sempat dibaca.
Seorang dokter yang sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi…
Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya.
“Kenapa lama sekali Anda sampai ke sini? Apa Anda tidak tau, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?”, labrak si ayah.
Dokter itu tersenyum, “Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”
Lalu ia menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. “Syukurlah, keadaan anak Anda kini sudah stabil.” Baca Selengkapnya…
Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai.
Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang pria yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.
Dia terus berharap agar kamma baik berbuah dalam bentuk keselamatan. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.
Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama. Baca Selengkapnya…
Nama ‘Samaggi Phala’ terdiri dari dua kata bahasa Pali, yaitu ‘Samaggi’ yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai: ‘Persatuan’ sedangkan ‘Phala’ adalah ‘Buah’. Jadi, ‘Samaggi Phala’ dapat diartikan sebagai ‘Buah Persatuan’.
Penggunaan nama ini dimaksudkan agar website Buddhis Samaggi Phala dapat dijadikan sarana menggalang persatuan para umat serta simpatisan Buddhis di manapun berada . . . . . .
Ketika Anak Bertanya Tentang Sang Buddha dan Ajarannya (Sumber: Ketika Anak Bertanya (tentang Sang Buddha dan Ajarannya) Diterbitkan oleh: Sangha Theravada Indonesia, Edisi Pertama, Maret 2000 Editor: Sukhemo Mahathera MA, Uttamo Thera, Penyusun : Dharma K. Widya) TENTANG SANG BUDDHA Siddhattha adalah anak seorang raja, tapi mengapa lahirnya di hutan ? Pangeran Siddhattha terlahir di [...]
SIGĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau mengencangkan pegangan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai percobaan Devadatta membunuh Beliau. Mendengar percakapan para bhikkhu mengenai hal itu di Balai Kebenaran, Sang Guru berkata bahwa sama seperti tindakan Devadatta sekarang, Devadatta juga melakukan hal yang sama di kehidupan yang lampau, [...]
Kumpulan 50 tanya jawab KETIGA BELAS antara pengunjung website samaggi-phala.or.id dengan Bhikkhu Uttamo yang dimuat sejak tanggal 27 April 2005 s.d. tanggal 15 Juni 2005. Silahkan download di SINI Posting ini telah dilihat sebanyak :235 Print PDF
Design web Samaggi Phala ini mulai dipergunakan sejak tanggal 13 November 2010.
Web Samaggi Phala dapat diakses melalui handphone pada alamat yang sama namun dengan tampilan berbeda yaitu Samaggi Phala Mobile Version.
Bila Anda menemukan kekurangan maupun link yang belum berfungsi sesuai harapan, jika berkenan, silahkan memberikan masukan maupun saran melalui fasilitas Kontak Kami.
Terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kerjasama yang telah diberikan.
Sekedar selingan :
Silahkan gunakan klik kiri mouse di kolam untuk memberi makan ikan-ikan yang sedang asyik berenang mengikuti arah mouse sebagai latihan berbuat kebajikan
Bagikan info pada halaman ini lewat Facebook, Twitter dsb.