Wednesday, November 3rd, 2010 at 10:05 am

A S O K A
Asoka adalah raja dari negara Magadha. Ayahnya bernama Bindusara yang mempunyai enam belas orang istri dan ibunya bernama Dhamma.
Ketika masih berusia muda Asoka sudah diangkat menjadi gubernur dari Avanti dengan ibukota bernama Ujjeni. Pada waktu ayahnya sedang menunggu ajalnya, Asoka datang menyerbu dan menduduki ibukota Pataliputta dan membunuh sebagian besar pangeran yang merupakan saudara – saudaranya sendiri, dan hanya beberapa saja yang dibiarkan hidup. Harap diketahui bahwa Asoka mempunyai seratus satu saudara laki – laki. Tahun itu adalah tahun ke 218 setelah Sang Buddha Parinibbana. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1075
Wednesday, November 3rd, 2010 at 7:30 am
DHAMMA-SARI
Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma
Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda
Cetakan Kesembilan, 1994

A P P E N D I K S
CANDI-CANDI TERKENAL DI JAWA TENGAH
I. Mendut
Dahulu bernama Veluvana (hutan bambu) dan menghadap ke Barat-Laut (ke arah Buddha Gaya). Didirikan oleh Raja Indra Gananatha pada tahun 809, prasasti dikeluarkan tahun 810.
Kalau menaiki tangga sampai di serambi muka, maka terlihat dinding-dinding sebelah belakang serambi yang dihias dengan relief-relief pohon Kalpavreksa (pohon untuk memohon sesuatu) disertai dewi Hariti (simbol kesuburan) di Utara dan dewi Kuwera (simbol kemakmuran) di sebelah Selatan. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1141
Wednesday, November 3rd, 2010 at 7:28 am
DHAMMA-SARI
Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma
Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda
Cetakan Kesembilan, 1994

BAB X
AJARAN SANG BUDDHA DAN DUNIA DEWASA INI
Ada orang yang beranggapan bahwa agama Buddha demikian tinggi dan sempurna, sehingga tidak mungkin dilaksanakan secara benar oleh orang awam yang masih sibuk dengan pekerjaannya sehari-hari. Oleh karena itu mereka yang benar-benar ingin menjadi pengikut agama Buddha yang baik harus menyingkir ke dalam vihara atau ke tempat lain yang sepi.
Hal tersebut merupakan tafsiran salah yang menyedihkan yang timbul karena orang kurang mengerti, akan ajaran Sang Buddha; mereka dengan tergesa-gesa menarik kesimpulan yang salah mengenai apa yang mereka Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1142
Saturday, April 26th, 2008 at 11:46 am

Aspek Psikologi Agama Buddha
Apa yang diajarkan oleh Buddha sepanjang 45 tahun sangatlah banyak, meliputi berbagai aspek yang sangat beragam dan mengagumkan, sehingga para sarjana menyebut Buddhisme sebagai agama ; filsafat ; kode etik ; sistem filsafat yang sekaligus adalah religi ; dan idealisme yang etis. Belum ada yang menemukan suatu agama dengan psikologi tampak begitu luas seperti dalam agama Buddha. Yang umumnya disebut psikologi secara akademis, seperti pengetahuan akademis yang lain, mendefinisikan pikiran dengan istilah yang statis, sedangkan psikologi Buddhis mendefinisikan kehidupan mental dengan istilah yang dinamis. Bagaimanapun juga, setelah melalui banyak perjuangan dan usaha yang terus menerus, psikologi modern akhirnya telah meninggalkan tempatnya yang bobrok dalam sekolah – sekolah ortodoks dan menemukan kembali ajaran kuno tentang pikiran yang dinamis. Ada beberapa variasi yang tidak diragukan tetapi prinsip dasarnya adalah satu. Kini banyak ahli jiwa menerima sifat dinamis dari pikiran manusia, dan buku – buku psikologi modern telah meninggalkan ilmu sebelumnya tentang tingkah laku manusia. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1749
Sunday, May 28th, 2006 at 11:45 am

FILSAFAT ILMU PENGETAHUANNYA
BUDDHISME
Oleh :
GERALD DU PRE
Psychologi, atau Ilmu Jiwa, itu tidak hanya merupakan studi khusus mengenai bidang pengetahuan tertentu saja, tetapi juga membicarakan beberapa hal tentang sifat pengetahuan itu sendiri. Sama seperti itu, Filsafat Mahayana itu tidak hanya merupakan studi khusus mengenai filsafatnya Buddhisme saja, tetapi juga membicarakan filsafat pengetahuan secara umum.
Saya akan membahas Filsafat Pengetahuan (= Philosophy of Knowledge)-nya Buddhisme disini, khususnya mengenai Madhyamika atau Ajaran Jalan Tengah (= Middle Doctrine), dan akan menyampaikan argumentasi saya bahwa itu didalam realitasnya merupakan Filsafat Ilmu Pengetahuan (= Philosophy of Science) yang bersifat revolusioner. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :875
Thursday, May 18th, 2006 at 11:43 am
AGAMA BUDDHA DAN PSYCHO-THERAPY
ATAU PENYEMBUHAN SECARA KEJIWAAN.
Oleh :
GERALD DU PRE
Didalam artikel saya yang terdahulu, yang berjudul “Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan”, saya telah menyampaikan argumentasi saya, yang saya katakan bahwa bukan Yunani Kuno, tetapi orang-orang Hindu-lah yang telah meletakkan dasar studi tentang pengalaman, dan bahwa Pangeran Siddhartha, yang kemudian mencapai tingkat Buddha itu, yang telah mengangkat studi tersebut menjadi setingkat ilmu pengetahuan. Pengalaman itu terdiri dari semua sensasi, persepsi, ingatan-ingatan, perasaan-perasaan, emosi-emosi, gambaran di alam fikiran (= image), dan lambang-lambang, yang kita alami dari saat ke saat.
Saya berargumentasi bahwa Buddhisme itu menjadi ilmu pengetahuan, karena Agama Buddha telah menggabungkan observasi, eksperimen dan theori didalam semangat yang bebas untuk menanyakan dan mengadakan penyelidikan-penyelidikan. Paling penting dari semuanya, adalah perlu diingat bahwa Buddhisme itu adalah suatu therapy,- suatu penyembuhan-. Agama Buddha muncul, karena Pangeran Siddhartha telah menemukan suatu penyembuh untuk penyakit jiwa (yang setelah pada mulanya beliau agak ragu-ragu), lalu memutuskan untuk mewariskan ilmu penyembuhan ini kepada orang-orang lain. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :694