Friday, August 26th, 2011 at 8:00 am

No. 528
MAHĀ-BODHI-JĀTAKA117
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
“Apa arti dari benda-benda ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan.
Kisahnya berhubungan di dalam Mahāummagga-Jātaka.
Sekarang dalam kisah ini, Sang Guru berkata, “Bukan hanya kali ini, tetapi juga di masa lampau, Tathāgata adalah yang bijaksana dan mengalahkan para penganut pandangan salah (pembantah),” dan dengan kata-kata ini, Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
____________________
Dahulu kala, pada masa pemerintahan Brahmadatta, Bodhisatta terlahir di Benares dalam Kerajaan Kasi, di keluarga seorang brahmana yang kaya raya, yang memiliki kekayaan sebesar delapan ratus juta, dan mereka memberinya nama Bodhi. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :3075
Thursday, August 25th, 2011 at 7:59 am

No. 527
UMMADANTĪ-JĀTAKA111
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
“Rumah siapakah ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal.
Ceritanya bermula pada suatu hari ketika sedang berpindapata di Savatthi, bhikkhu tersebut melihat seorang wanita yang cantik luar biasa, mengenakan pakaian dengan luar biasa indahnya, dan menjadi jatuh cinta kepadanya.
Sekembalinya ke wihara, ia tidak dapat mengalihkan pikirannya dari wanita tersebut. Mulai dari saat itu, seolah-olah seperti tertusuk panah cinta dan sakit karena nafsu indriawi, ia menjadi sangat kurus, seperti seekor rusa yang kebingungan, pucat pasi, urat nadi di sekujur tubuhnya tampak jelas, gelisah. Ia tidak lagi merasakan kebahagiaan dalam empat sikap tubuh112, tidak juga merasakan ketenangan dalam pikirannya sendiri, ia tidak lagi melakukan semua pelayanan yang seharusnya diberikan kepada seorang guru, tidak melakukan pengulasan, pertanyaan, meditasi, dan pelatihan. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1746
Wednesday, August 24th, 2011 at 7:25 am

BUKU XVIII. PAṆṆĀSANIPĀTA
No. 526
NAḶINIKĀ-JĀTAKA104
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
[193] “Kerajaanku yang terbentang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya.
Dan dalam menceritakan kisah tersebut, Beliau menanyakan bhikkhu tersebut disebabkan oleh siapakah ia menjadi menyesal. “Oleh mantan istri saya,” jawabnya. “Sesungguhnya, Bhikkhu,” kata Sang Guru, “ia membawa kehancuran bagimu. Di masa lampau, disebabkan oleh dirinyalah, Anda terlepas dari jhana dan menjadi sangat hancur.”
Dan setelah berkata demikian, Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
____________________
Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir dalam sebuah keluarga brahmana yang kaya raya di bagian utara. Ketika dewasa dan telah mempelajari semua cabang ilmu pengetahuan, ia bertahbis menjadi seorang resi. Ia membangun tempat tinggalnya di daerah pegunungan Himalaya, dan mengembangkan kesaktian melalui jhana. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1600
Tuesday, August 23rd, 2011 at 7:28 am

No. 525
CULLA-SUTASOMA-JĀTAKA
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
“Dengarkanlah saya, teman-teman,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam pelepasan (keduniawian).
Cerita pembukanya berhubungan dengan Mahānāradakassapa-Jātaka97.
____________________
Dahulu kala, kota yang sekarang menjadi Benares bernama Sudassana dan di sana hiduplah Raja Brahmadatta. Ratu utamanya melahirkan Bodhisatta. Wajahnya cerah sempurna seperti bulan purnama, dan oleh karenanya ia diberi nama Soma.
Ketika ia beranjak remaja, dikarenakan kegemarannya akan jus buah soma98 dan kebiasaannya mengambil sarinya, orang-orang mengenalnya sebagai Sutasoma (penyuling buah soma). Ketika dewasa, ia diajarkan semua cabang ilmu pengetahuan di Takkasilā, dan sekembalinya dari sana, payung putih diberikan kepadanya oleh ayahnya, dan ia pun memerintah kerajaan dengan benar, memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas, memiliki enam belas ribu istri, dengan Candadevī sebagai ratu utamanya. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1341
Monday, August 22nd, 2011 at 7:50 am

No. 524
SAṀKHAPĀLA-JĀTAKA
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
“Dari penampilan yang agung,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelaksanaan laku Uposatha.
Sekarang dalam kisah ini, Sang Guru yang merasa gembira dengan para upasaka yang melaksanakan laku Uposatha, berkata: “Orang bijak di masa lampau meninggalkan kemuliaan besar sebagai seekor raja nāga (naga) dan melaksanakan laku Uposatha,” dan atas permintaan mereka, Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
____________________
Dahulu kala Raja Magadha memerintah di Rajagaha. Pada waktu itu, Bodhisatta terlahir sebagai putra dari ratu utama dan mereka memberinya nama Duyyodhana.
Ketika dewasa, ia mempelajari semua cabang ilmu pengetahuan di Takkasila dan pulang kembali ke rumah untuk bertemu dengan ayahnya. Ayahnya menobatkan dirinya menjadi raja di kerajaan [162] dan setelah bertahbis menjadi seorang resi, sang ayah tinggal di taman. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1042
Sunday, August 21st, 2011 at 8:19 am

No. 523
ALAMBUSĀ-JĀTAKA
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
[152] “Kemudian Dewa Indra yang agung,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya (dalam kehidupan berumah tangga).
Kisah ini diuraikan secara lengkap dalam Indriya-Jātaka86.
Sekarang Sang Guru bertanya kepada bhikkhu tersebut, “Apakah itu benar, Bhikkhu, bahwa Anda menyesal?” “Benar, Bhante.” “Disebabkan oleh siapa?” “Oleh mantan istri saya (dalam kehidupan berumah tangga).”
“Bhikkhu,” kata Beliau, “Wanita ini membawa kehancuran bagi Anda. Disebabkan oleh dirinyalah Anda mundur dalam jhana, dan berada dalam kondisi yang tidak terarah, dan kacau selama tiga tahun, dan sewaktu mendapatkan kembali kesadaranmu Anda meneriakkan ratapan yang amat keras,” dan setelah berkata demikian, Beliau menceritakan kepadanya sebuah kisah masa lampau. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :793