Jika Anda berpikir bahwa uang adalah segalanya,
apakah yang akan Anda katakan tentang orang dalam tanda lingkaran merah ini …
Dia adalah putra tunggal Tan Sri Ananda Krishnan (orang terkaya kedua di Malaysia & Asia Tenggara serta nomor 89 di dunia). Ia tidak menggunakan kesempatan bekerja bersama ayahnya untuk memperluas kerajaan ayahnya yang memiliki kekayaan pribadi lebih dari Rp 8 miliar. Ia malah memilih kehidupan sebagai seorang bhikkhu sederhana sejak 13 tahun yang lalu.
Sampai sekarang, ia dengan nama YM Siripannyo masih menjalankan kehidupan sebagai bhikkhu meditasi di hutan sesuai dengan tradisi Thailand.
Ananda Krishnan Menyediakan Waktu untuk Anak
TAN SIN CHOW, The Asia News Network (The Star)
GEORGE TOWN | Tue, 04/24/2012 2:15 PM
Miliarder T. Ananda Krishnan mengambil cuti dari jadwal sibuk beliau untuk dapat bertemu dengan anaknya yaitu Bhikkhu Siripannyo, yang sedang melaksanakan latihan meditasi di Penang Hill sini. Baca Selengkapnya…
Kisah Dibalik Foto Mengharukan Anak Menggendong Ibu Di Rumah Sakit
Ding Zu Ji, 62 tahun, membeberkan rahasianya:
Hampir saja dibuang ke laut bersama ibunya
China Times (Hong Rong-zhi dan Zhou Xiao-ting melaporkan dari Tainan)
“Saya hampir saja tidak bisa terlahir ke dunia ini.” Ding Zu Ji, seorang pensiunan penyelidik khusus yang diambil fotonya sedang menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang di rumah sakit Chi Mei di kota Tainan Taiwan, ketika menerima wawancara khusus dari para wartawan tanggal 6 Maret 2012 mengungkapkan sebuah rahasia betapa kehidupannya sangat berkaitan erat dengan kehidupan ibunya; dia mengatakan bahwa pada saat ibunya sedang mengandungnya enam bulan, naik kapal meninggalkan Tiongkok menuju Taiwan dan hampir saja dibuang ke laut karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas diri.
“Saya adalah anak paling sulung dalam keluarga, hubunganku dengan ibu memang paling dekat dan itu ada cerita dibaliknya.” Ding Zu Ji mengenang kembali pada tahun 1950 ketika Pemerintah Nasionalis mundur dari Tiongkok ke Taiwan. Disebabkan ayahnya adalah seorang prajurit, maka ibunya mengikuti keluarga prajurit lainnya untuk sama-sama naik kapal ke Taiwan; karena banyak sekali warga Tiongkok yang ingin pergi ke Taiwan, maka setiap kapal penuh sesak dengan manusia dan membuat setiap unit kapal kelebihan beban, para perwira dan prajurit di atas kapal melakukan pemeriksaan keamanan dengan sangat ketat demi mencegah naiknya musuh ke atas kapal, siapa saja yang tidak membawa kartu identitas diri akan dibuang ke laut. Baca Selengkapnya…
KOMPAS.com - Melakukan olahraga teratur dibarengi konsumsi makanan bergizi seimbang selama ini selalu didengung-dengungkan oleh para pakar kesehatan sebagai resep jitu dalam menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Tetapi alangkah baiknya jika Anda tidak melupakan unsur religius dalam menunjang kesehatan seperti berdoa atau pun bermeditasi.
Berbagai studi ilmiah mengklaim, melakukan doa dan meditasi secara teratur dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan memperpanjang usia hidup seseorang.
Di Amerika Serikat misalnya, praktik-praktik religius kini menjadi salah satu terapi alternatif yang paling banyak dilakukan. Studi di University of Rochester misalnya menemukan, lebih dari 85 persen orang yang menderita sakit memilih untuk berdoa. Prosentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan yang memilih menjalani pengobatan herbal atau pengobatan medis lainnya. Hal ini semakin membuktikan bahwa doa sungguh-sungguh efektif dalam membantu penyembuhan. Baca Selengkapnya…
Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.
Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.
Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.
Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya. Baca Selengkapnya…
Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA.
Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang ke dua.
Sebagaimana layaknya para ibu, Karen memberitahu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun tentang kehadiran adik bayinya.
Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.
Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan.
Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen: “Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.”
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya.
Lain halnya dengan kakaknya, Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! Baca Selengkapnya…
Ini adalah sebuah kisah tentang kasih sayang yang begitu besar seorang ayah terhadap anak laki-lakinya yang menderita cacat di otaknya sejak lahir. Terkadang kesulitan menjadikan jalan untuk menunjukkan kemampuan yang sebenarnya. Sebuah penderitaan merupakan jalan untuk menunjukkan cinta yang sesungguhnya. Ungkapan itu semakin lama semakin bisa dipahami. Terlebih saat membaca dan melihat kisah keluarga dari Boston, Amerika Serikat ini.
Memang ada orang yang mengeluh karena kesulitan. Ada banyak juga yang tampil sebagai pribadi yang keras dan pemarah karena beban derita yang besar. Sebagian orang kerap tergoda untuk lebih mudah marah dan gampang membenci saat banyak masalah datang. Namun kisah cinta seorang ayah ini mulai membuka mata setiap orang, bahwa penderitaan adalah sungguh jalan untuk menunjukkan cinta.
Kisah ini bercerita tentang sebuah keluarga yang terus mencintai anaknya dalam penderitaannya. Mungkin Anda pernah mendengar tokoh ini, atau sudah pernah melihat videonya, tidak apa, tapi mungkin ada yang belum pernah mendengar, siapa tahu apa yang saya tulis kembali disini ini dapat berguna sebagai sebuah pelajaran hidup untuk kita semua. Baca Selengkapnya…
Nama ‘Samaggi Phala’ terdiri dari dua kata bahasa Pali, yaitu ‘Samaggi’ yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai: ‘Persatuan’ sedangkan ‘Phala’ adalah ‘Buah’. Jadi, ‘Samaggi Phala’ dapat diartikan sebagai ‘Buah Persatuan’.
Penggunaan nama ini dimaksudkan agar website Buddhis Samaggi Phala dapat dijadikan sarana menggalang persatuan para umat serta simpatisan Buddhis di manapun berada . . . . . .
Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA I. BUDDHA – DHAMMA DAN EKSES-EKSESNYA Kalau kita membuka kitab yang manapun juga tentang permulaan dari agama-agama di dunia ini, maka kita akan menemukan satu hal yang sama dari para penulis tersebut. Mereka semua sependapat, bahwa agama-agama di dunia ini muncul disebabkan oleh [...]
Kisah Sumana, Penjual Bunga Seorang penjual bunga, bernama Sumana, harus mengirimkan bunga melati kepada Raja Bimbisara dari Rajagaha setiap pagi. Suatu hari, ketika ia akan pergi ke istana, ia melihat Sang Buddha, dengan pancaran sinar aura sangat terang, datang ke kota untuk berpindapatta dengan diikuti oleh beberapa bhikkhu. Melihat Sang Buddha yang sangat agung, penjual [...]
KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN SANGHA) III/2003 SANGHA THERAVADA INDONESIA Nomor : 01/RAPIM-III/X/03 NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASSA MEMUTUSKAN Menetapkan : BAB I : KEPALA-KEPALA BIRO SEKRETARIAT JENDERAL SANGHA THERAVADA INDONESIA Posting ini telah dilihat sebanyak :418 Print PDF
Web Samaggi Phala dapat diakses melalui handphone pada alamat yang sama namun dengan tampilan berbeda yaitu Samaggi Phala Mobile Version.
Bila Anda menemukan kekurangan maupun link yang belum berfungsi sesuai harapan, jika berkenan, silahkan memberikan masukan maupun saran melalui fasilitas Kontak Kami.
Terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kerjasama yang telah diberikan.
Sekedar selingan :
Silahkan gunakan klik kiri mouse di kolam untuk memberi makan ikan-ikan yang sedang asyik berenang mengikuti arah mouse sebagai latihan berpikir dan berbuat kebajikan
Bagikan info pada halaman ini lewat Facebook, Twitter dsb.