Saturday, November 20th, 2010 at 5:27 pm

Empat Kesunyataan Mulia
Ceramah YM Ajahn Chah
Sumber : Note Facebook BUC
Hari ini saya di undang kepala biara untuk membabarkan ajaran kepada anda, jadi saya minta anda duduk dengan tenang dan memusatkan pikiran.
Karena kendala bahasa, kita harus menggunakan seorang penerjemah, tanpa perhatian yang seksama anda mungkin tidak mengerti.
Selama saya tinggal di sini saya merasa senang, baik guru maupun anda semua, para muridnya, telah memperlakukan saya dengan ramah, dengan senyum, sepertinya anda telah mempraktekkan Dhamma yang sesungguhnya, Tempat kalian ini juga sangat mengagumkan dan begitu luas. Saya mengagumkan dedikasi anda yang berusaha merenovasinya dan menyediakan tempat untuk berlatih Dhamma. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1868
Wednesday, November 3rd, 2010 at 10:52 am

Empat Kebenaran Mulia
Oleh : Venerable Ajahn Sumedho
SEGENGGAM DAUN
Pada suatu waktu, Yang Terberkati1 tinggal di Kosambi dalam hutan pohon simsapa. Beliau meraup dedaunan segenggam dan bertanya kepada para bhikkhu, ‘Bhikkhu, bagaimana menurut anda, manakah yang lebih banyak: dedaunan yang saya gengam atau daun-daun yang berada pada pohon-pohon di hutan?
‘Dedaunan dalam gengaman Yang Terberkati lebih sedikit; daun-daun di hutan lebih banyak.’ Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1435
Wednesday, November 3rd, 2010 at 10:50 am

BUDDHISME THERAVADA DAN MAHAYANA
( Buddhism, Theravada and Mahayana by Dr. Walpola,
Dhammadesana di Kuala Lumpur, 1980
Sumber : Bunga Rampai Dhammadesana Bhikkhu Sri Subalaratano )
Marilah kita bahas suatu masalah yang sering ditanyakan oleh banyak orang. Apakah perbedaan antara Buddhisme Mahayana dan Theravada? Agar persoalannya dapat ditinjau dalam perspektif yang sewajarnya, sebaiknya kita membalik sejarah Buddhisme dan melacak timbulnya serta perkembangan aliran Mahayana dan Theravada.
Sang Buddha Gotama dilahirkan pada abad ke–6 S.M. Setelah mencapai Penerangan Agung pada usia 35 tahun sampai Beliau wafat (Mahaparinirvana) ketika berusia 80 tahun, Beliau mengisi hidupnya dengan memberi khotbah dan mengajar. Beliau merupakan orang yang paling bersemangat yang pernah hidup di dunia ini. Selama 45 tahun ia mengajar dan berkhotbah siang dan malam, tidurnya hanya kira-kira dua setengan jam sehari. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1496
Wednesday, November 3rd, 2010 at 10:39 am
INTISARI AGAMA BUDDHA
Merupakan karya tulis Ven. Narada Mahathera
dengan judul asli “ Buddhism in Nutshell.”
Penerbit : Yayasan Dhamma Phala, Semarang

N I B B A N A
Proses kelahiran dan kematian ini berlangsung terus tanpa berhenti sampai arus ini dibelokkan ke Nibbanadhatu , tujuan akhir umat Buddha. Istilah Pali “ nibbana “ berasal dari kata ni dan vana. Ni merupakan partikel negatif, sedang vana berarti nafsu atau keinginan. “ Disebut nibbana, karena terbebas dari nafsu yang disebut vana, keinginan “. Secara harfiah, nibbana berarti terbebas dari kemelekatan.
Nibbana dapat juga diartikan sebagai padamnya keserakahan, kebencian dan kebodohan. Sang Buddha bersabda : “ Seluruh dunia terbakar. Terbakar oleh apa ? Terbakar oleh api keserakahan, kebencian dan kebodohan ; oleh api kelahiran, usia tua, kematian, kesakitan, duka cita, ratap tangis, kesedihan dan keluh kesah “. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1352
Wednesday, November 3rd, 2010 at 10:38 am
INTISARI AGAMA BUDDHA
Merupakan karya tulis Ven. Narada Mahathera
dengan judul asli “ Buddhism in Nutshell.”
Penerbit : Yayasan Dhamma Phala, Semarang

A N A T T A
Ajaran agama Buddha tentang tumimbal lahir ini harus dibedakan dari teori reinkarnasi yang menyatakan perpindahan roh dan kelahiran kembali yang tetap. Agama Buddha menolak adanya suatu roh kekal atau yang tidak berubah, yang diciptakan oleh dewa yang maha kuasa atau yang keluar dari zat ilahi ( paramatma ).
Bila roh yang dianggap sebagai inti manusia itu bersifat langgeng, maka tak akan terjadi suatu perkembangan ataupun kemunduran. Di samping itu, orang tidak dapat mengerti mengapa “ Berbagai roh dibentuk berbeda pada mulanya “. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1043
Wednesday, November 3rd, 2010 at 10:36 am
INTISARI AGAMA BUDDHA
Merupakan karya tulis Ven. Narada Mahathera
dengan judul asli “ Buddhism in Nutshell.”
Penerbit : Yayasan Dhamma Phala, Semarang

PATICCA SAMUPPADA
Paticca berarti disebabkan oleh atau bergantung pada ; Samuppada berarti timbul atau asal. Karena itu, secara harfiah, Paticca Samuppada berarti “ Sebab dan Akibat Yang Saling Bergantungan “. Disini perlu kiranya selalu diingat bahwa, Paticca Samuppada hanya merupakan suatu ajaran tentang proses kelahiran dan kematian, bukan suatu teori mengenai asal mula kehidupan. Paticca Samuppada menguraikan sebab musabab tumimbal lahir dan penderitaan, tetapi sama sekali bermaksud menerangkan evolusi dunia. Baca Selengkapnya…
Posting ini telah dilihat sebanyak :1475