Petikan Kata Bhikkhu Uttamo Kiriman Merry
Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo
kiriman : Merry
1. Ketika seseorang mendapatkan pujian, celaan bahkan fitnah, renungkanlah bahwa :
Sudah biasa orang mendengar kata celaan, pujian, bahkan fitnah.
Hal ini juga dialami Sang Buddha yang Maha Sempurna.
Anggap sebagai buah kamma.
Karena kita tidak bisa mengatur isi pembicaraan orang lain.
Dengan perenungan ini, semoga beban pikiran menjadi ringan.
Masalah juga bisa lebih mudah diselesaikan dengan memperbaiki perilaku agar mengurangi kondisi untuk dicela maupun difitnah.
2. Apabila seseorang mampu mengatasi pikirannya sendiri, maka ia akan dapat mengendalikan keinginannya dan bisa membebaskan diri dari jeratan perasaan suka dan duka.
3. Sesungguhnya, kebahagiaan hidup bukanlah karena seseorang telah memiliki segala bentuk kenikmatan duniawi. Kebahagiaan adalah kemampuan seseorang untuk menguasai pikirannya sendiri serta memenuhinya dengan gelombang cinta kasih.
4. Apa yang dianggap penting oleh seseorang mungkin tidak penting bagi yang lainnya, itu urusan kebijaksanaan yang berbeda. Tetapi kita masing-masing orang harus bisa membedakan, karena inilah sesungguhnya KEBIJAKSANAAN
5. Orang yang memiliki keyakinan akan kebenaran Sang Buddha, akan bersemangat untuk melaksanakan Ajaran Luhur Sang Buddha, selalu memusatkan perhatian pada penerapan dan pelaksanaan Ajaran Sang Buddha. Tidak akan bisa terpengaruh oleh bujukan orang lain agar mencoba, apalagi memilih agama lain untuk menggantikan Buddha Dhamma yang telah diyakini dan tetap bertahan pada Buddha Dhamma apapun yang terjadi padanya.
6. “Semoga semua makhluk selalu hidup berbahagia”, apabila seseorang selalu mempergunakan waktu luangnya untuk mengucapkan kalimat tersebut, maka secara bertahap pikirannya akan berisikan gelombang cinta kasih.
7.
* Sesungguhnya, orang yang membantu melestarikan Dhamma telah melestarikan (maksudnya : melakukan-admin) Dhammadana yang tertinggi nilainya diantara semua jenis Dhamma;
* Hanya orang bijaksana yang mampu memilih hal baik di antara banyak hal buruk, ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagian lahir dan batin.
* Tidak akan ada kekecewaan dikala menderita, tiada kesombongan dikala suka, karena orang telah menyadari bahwa segala suka dan duka yang dialami adalah hasil perbuatannya sendiri.
* Pasangan (suami-istri) yang baru hendaknya selalu berusaha menjaga segala bentuk pikiran, ucapan dan perbuatannya agar ditujukan pada KEBAIKAN.
Dengan kata lain, mereka mendidik diri mereka sendiri dahulu sebelum me MULAI mendidik anaknya
8.
* Harta, Kekayaan, Kemoralan, Kedermawanan dan Kebijaksanaan seperti sumur. Ketika dibagikan airnya tetap sama tetapi orang yang kehausan menjadi bebas dari kehausan. Jangan hanya menjadi sumber air dalam diri kita, bagikanlah kepada siapapun dilingkungan kita serta keluarga kita sehingga kita menjadi sumur kebajikan yang tidak pernah habis.
* Seseorang yang berbuat kebajikan dalam kehidupan yang sedang menderita akan mengkondisikan dirinya mendapat kebahagiaan dalam kehidupan ini maupun yang akan datang
* Keberhasilan menganjurkan orang melaksanakan Dhamma adalah merupakan Dhammadana yang diyakini akan memberikan buah terbesar melampaui segala bentuk pemberian lainnya
9.
* Sesungguhnya MEDITASI adalah mendidik, membimbing kita agar selalu siap menerima dan menghadapi segala PERUBAHAN yang terjadi.
* Apabila Seseorang hanya melatih diri secara fisik saja, maka ia akan menjadi orang yang munafik, pandai berpura-pura, kelakuannya baik tetapi pikirannya jahat. Ia hendaknya juga melatih pikirannya dengan meditasi.
* Mendengarkan Dhamma adalah ibarat memberikan tenaga tambahan pada batin seseorang yang mungkin lelah dalam menghadapi kenyataan hidup.
* Hendaknya seseorang berbuat baik demi perbuatan baik itu sendiri. Ibarat bunga, ia mekar demi mekarnya sendiri tanpa dipengaruhi oleh keinginan untuk dilihat maupun dipuji.
* Semakin tinggi kualitas batin dan pemahaman orang itu akan kebenaran Hukum Karma, maka semakin berkurang pula kebiasaannya merumuskan kebahagiaan yang diharapkan setelah ia melakukan suatu kebajikan.
10.
* Setiap dari langkah kita apabila mengecewakan orang lain belajarlah untuk memperbaiki. Setiap dari langkah kita apabila membahagiakan orang lain, belajarlah untuk ditingkatkan. Sehingga akhirnya setiap langkah kita mendatangkan senyuman, tawaan serta Kebahagiaan untuk siapapun yang ada di lingkungan kita.
* Keyakinan adalah salah satu harta yang kita miliki dan akan kita bawa sampai kelahiran yad. Jika kita punya keyakinan pada Dhamma, ketika meninggalpun dengan keyakinan yang kuat, bisa terlahir dalam alam Bahagia.
* Menceritakan secara sederhana pengalaman sendiri setelah melaksanakan Dhamma, akan mendorong orang lain mengikutinya, juga menjadikan orang lain memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman yang serupa yaitu KEBAHAGIAAN
11.
* Kalau ingin sukses dalam hidup, baik dalam rumah tangga maupun karir, maka lenyapkan semua ketamakan, kebencian dan kegelapan batin.
* Kemanapun seseorang pergi, hendaknya ia dapat selalu menumbuhkan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua mahkluk yang ada
* Tidak ada kekecewaan dikala menderita.
Tidak ada kesombongan dikala suka.
Karena (Untuk – admin) orang yang telah menyadari bahwa segala suka dan duka yang dialaminya adalah hasil perbuatannya sendiri.
12.
* Sesungguhnya makna dari ber”dana” adalah menumbuhkan kebiasaan berpikir untuk membahagiakan makhluk lain, bahkan semua makhluk. Ia akan membahagiakan mereka dengan segala macam cara menumbuh kembangkan pikiran yang penuh CINTA KASIH.
* Hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam usaha melaksanakan Buddha Dhamma adalah ketekunan, keuletan, kesungguhan dan semangat untuk membuktikan kebenaran ajaran Sang Buddha.
* KEBAHAGIAAN bukan dicari diluar diri kita, tapi
KEBAHAGIAAN itu ada dalam diri kita.
KEBAHAGIAAN itu ada pada cara kita mengubah cara berpikir kita.
Makin pandai kita mencari cara untuk mengubah pikiran kita, maka akan semakin baik.
13
* Mendengarkan Dhamma adalah memberikan tenaga tambahan pada batin seseorang yang mungkin lelah dalam menghadapi kenyataan hidup.
* Kebiasaan mengembangkan KETAMAKAN (kebencian dan kegelapan batin-admin) akan berbuah dalam bentuk kelahiran kembali yang terus berulang tiada hentinya.
* Ke-Aku-an menjadikan seseorang merasa sebagai tokoh utama dalam hidup ini, tanpa dirinya seakan dunia tidak akan berputar lagi.
Padahal seseorang mampu mencapai kondisi seperti saat ini pasti ada sebabnya. (Hukum Sebab dan Akibat)
14.
* Seseorang yang tidak melekat, akan menyadari bahwa kehidupan sungguh sangat singkat. Oleh karena itu, ia akan mengembangkan kebajikan setiap waktu hidupnya untuk memperhatikan dan menolong mereka yang sedang menderita.
* Nibbana dapat dicapai ketika manusia masih hidup di dunia dan mampu mengembangkan kesadaran secara total, sehingga ia terbebas dari ketamakan, kebencian serta kegelapan batin.
* Perbuatan baik bukan hanya dilakukan sekali dalam jumlah yang besar, tetapi harus berulang-ulang sepanjang waktu.
* Perubahan sikap membutuhkan perjuangan keras dan siap untuk selalu bangkit dikala menghadapi kegagalan.
15.
* Manfaat ajaran Sang Buddha bukan tergantung pada profesi seseorang melainkan pada kemauan seseorang untuk melaksanakan pengendalian diri sehingga melihat proses hidup sebagaimana adanya.
* Apabila si anak mampu menjadi Bhikkhu yang baik serta mampu melatih diri sehingga mencapai kesucian, maka sebagai orangtua yang telah mengijinkan anaknya menjadi Bhikkhu tersebut akan memiliki kamma baik yang Luar Biasa.
* Kathina memang saat yang tepat untuk berdana empat kebutuhan Bhikkhu. Lebih indah lagi apabila pada saat berdana bertekad juga melepaskan dan melenyapkan ke-Aku-an.
* KUNCI SUKSES ;
1. Belajar lebih banyak dari orang lain.
2. Bekerja lebih keras dari orang lain
3. Berkeinginan lebih sedikit dari orang lain.
16.
* Seseorang hendaknya tidak hanya mengeluhkan sikap lingkungan terhadap dirinya. Ia hendaknya juga merenungkan dengan baik “Kualitas hidup apakah yang harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan dalam diri agar lingkungan dapat menerima diri kita dengan baik”
* Semakin tinggi kualitas batin dan pemahaman orang itu akan kebenaran hukum karma, maka semakin berkurang pada kebiasaannya merumuskan bentuk kebahagiaan yang diharapkan setelah ia melakukan suatu kebajikan
* Umat Buddha yang mencapai kesucian setelah melaksanakan ajaran Sang Buddha, maka umat seperti inilah yang sesungguhnya layak berbangga
* Faktor terpenting dalam Buddha Dhamma adalah bagaimana seseorang dapat merasakan manfaat Dhamma dalam kehidupannya setelah ia melaksanakan Ajaran Sang Buddha tersebut dalam kehidupan sehari-hari
17.
* Penghormatan, selain sebagai sarana mengurangi ke-Aku-an, juga untuk membiasakan kita agar dapat mengenal budi baik orang lain.
* Apabila seseorang dapat merenungkan dan menyadari bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, maka ia akan melihat dirinya sendiri sama dengan orang lain.
* Perasaan sombong dapat timbul dalam diri seseorang karena ia hanya mengingat kelebihan diri sendiri serta memandang orang lain dari sudut kelemahannya.
* Seorang umat Buddha harus menjadi teman untuk mereka yang sedang mengalami kesedihan.
* Dengan menyadari manfaat langsung melakukan kebajikan melalui ucapan, perbuatan dan pikiran, seseorang hendaknya akan selalu berkarya dengan semaksimal mungkin.
18.
* Berbahagialah Anda apabila mengalami kesulitan hidup karena jika Anda lulus dari kesulitan itulah makna kesuksesan yang sesungguhnya.
* Kalau sebagai umat Buddha selalu mengeluh ketika mengalami kesulitan, sesungguhnya (ia) sudah mundur dari gemblengan hidup.
* Ada sukses dari sudut yang berbeda, yaitu bahwa sukses itu kadang bukan karena tercapainya satu tujuan tetapi sukses itu adalah ketika seorang itu berani mengatasi kesulitan dalam mencapai tujuannya.
* Selain seseorang sering melakukan kebajikan kepada mahkluk lain, sebaiknya ia juga selalu menumbuhkan kebahagiaan dengan melihat maupun mendengar orang lain melakukan kebajikan.
19.
* Kekuatan CINTA KASIH adalah kekuatan yang tidak bisa dikurangi atau bahkan dilenyapkan.
* Manfaat ajaran Sang Buddha bukan tergantung pada profesi seseorang melainkan pada kemauan seseorang untuk melaksanakan pengendalian diri sehingga melihat proses hidup sebagaimana adanya.
* Ketenangan pikiran adalah modal utama KEBAHAGIAAN.
20.
* Tiga kunci untuk buka rejeki agar Sukses dan Bahagia ;
- Kerelaan : kerelaan dalam ucapan, pikiran dan perbuatan.
- Pabajja, dalam arti melepas segala kemelekatan
- Selalu menghormat pada Orang Tua
* Pengulangan kalimat “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata” setiap saat, melatih kita untuk selalu berucap, berpikir dan berbuat berdasarkan Kejujuran.
21.
* Kehidupan mengalir seperti air sungai yang tidak akan pernah sama dari satu saat ke saat yang lain.
Dengan demikian, masa lalu hanya menjadi kenangan dan tidak akan bisa diulang kembali.
* Apa yang terpikir (sebagai) kebajikan untuk Anda lakukan saat ini?
Apa yang terpikir sebagai satu kebajikan, segera (lah)diungkapkan/dilakukan.
* Keserakahan akan timbul apabila kegagalan suatu usaha dianggap kerugian besar.
Sebaliknya, apabila kegagalan menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas diri dimasa depan, maka tentu saja usaha yang rajin dan bersemangat dalam berwiraswata tidak dapat segera disebut sebagai Keserakahan.
Posting ini telah dilihat sebanyak :3540
Posting lain yang mungkin perlu Anda baca juga :
- Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo kiriman : Dharma
- Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo kiriman : Michael Suswanto
- Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo kiriman : Vihara Bodhigiri (Panti Semedi Balerejo)
- Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo Kiriman Sherry
- Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo kiriman : Dharmawaty Chang
Filed under: Ceramah Bhikkhu Uttamo • Naskah Dhamma
Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!



Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Kehidupan mengalir seperti air sungai yang tidak akan pernah sama dari satu saat ke saat yang lain.
Dengan demikian, masa lalu hanya menjadi kenangan dan tidak akan bisa diulang kembali.
Apa yang terpikir (sebagai) kebajikan untuk anda lakukan saat ini?
Apa yang terpikir sebagai satu kebajikan, segera (lah)diungkapkan/dilakukan.
Keserakahan akan timbul apabila kegagalan suatu usaha dianggap kerugian besar.
Sebaliknya, apabila kegagalan menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas diri dimasa depan, maka tentu saja usaha yang rajin dan bersemangat dalam berwiraswata tidak dapat segera disebut sebagai Keserakahan.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
Salam Metta
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
3 kunci untuk buka rejeki agar Sukses dan Bahagia ;
- Kerelaan, kerelaan dalam ucapan, pikiran dan perbuatan.
- Pabajja, dalam arti melepas segala kemelekatan
- Selalu menghormat pada Orang Tua
Pengulangan kalimat Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata setiap saat, melatih kita untuk selalu berucap, berpikir dan berbuat berdasarkan Kejujuran.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
Salam Metta
Namo Budhaya,
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, anumodana kepada ibu Merry yang telah mengirimkan Petikan Kata-Kata YM Bhikku Uttamo Mahatera yang saya hormati…sangat bermanfaat untuk saya dan juga semoga untuk umat Budhis lainnya.
Salam Metta- Wangsa Cittakusalo
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Kekuatan CINTA KASIH adalah kekuatan yang tidak bisa dikurangi atau bahkan dilenyapkan.
Manfaat ajaran Sang Buddha bukan tergantung pada profesi seseorang melainkan pada kemauan seseorang untuk melaksanakan pengendalian diri sehingga melihat proses hidup sebagaimana adanya.
Ketenangan pikiran adalah modal utama KEBAHAGIAAN.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
Petikan Kata-kata Bhikkhu Uttamo
Berbahagialah anda apabila mengalami kesulitan hidup karena jika anda lulus dari kesulitan itulah makna kesuksesan yang sesungguhnya.
Kalau sebagai umat Buddha selalu mengeluh ketika mengalami kesulitan, sesungguhnya sudah mundur dari gemblengan hidup.
Ada sukses dari sudut yang berbeda, yaitu bahwa sukses itu kadang bukan karena tercapainya satu tujuan tetapi sukses itu adalah ketika seorang itu berani mengatasi kesulitan dalam mencapai tujuannya.
Selain seseorang sering melakukan kebajikan kepada mahkluk lain, sebaiknya ia juga selalu menumbuhkan kebahagiaan dengan melihat maupun mendengar orang lain melakukan kebajikan.
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Penghormatan, selain sebagai sarana mengurangi ke-Aku-an, juga untuk membiasakan kita agar dapat mengenal budi baik orang lain.
Apabila seseorang dapat merenungkan dan menyadari bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangnnya sendiri, maka ia akan melihat dirinya sendiri sama dengan orang lain.
Perasaan sombong dapat timbul dalam diri seseorang karena ia hanya mengingat kelebihan diri sendiri serta memandang orang lain dari sudut kelemahannya.
Seorang umat Buddha harus menjadi Teman untuk mereka yang sedang mengalami kesedihan.
Dengan menyadari manfaat langsung melakukan kebajikan melalui ucapan, perbuatan dan pikiran, seseorang hendaknya akan selalu berkarya dengan semaksimal mungkin.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
Salam Metta.
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Seseorang hendaknya tidak hanya mengeluhkan sikap lingkungan terhadap dirinya. Ia hendaknya juga merenungkan dengan baik “Kualitas hidup apakah yang harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan dalam diri agar lingkungan dapat menerima diri kita dengan baik”
Semakin tinggi kualitas batin dan pemahaman orang itu akan kebenaran hukum karma, maka semakin berkurang pada kebiasaannya merumuskan bentuk kebahagiaan yang diharapkan setelah ia melakukan suatu kebajikan
Umat Buddha yang mencapai kesucian setelah melaksanakan ajaran Sang Buddha, maka umat seperti inilah yang sesungguhnya layak berbangga
Faktor terpenting dalam Buddha Dhamma adalah bagaimana seseorang dapat merasakan manfaat Dhamma dalam kehidupannya stelah ia melaksanakan Ajaran Sang Buddha tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
Semoga Semua Mahkluk Selalu Hidup Berbahagia
Salam Metta
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Manfaat ajaran Sang Buddha bukan tergantung pada profesi seseorang melainkan pada kemauan seseorang untuk melaksanakan pengendalian diri sehingga melihat proses hidup sebagaimana adanya.
Apabila sianak mampu menjadi Bhikkhu yang baik serta mampu mnelatih diri sehingga mencapai kesucian, maka sebagai orang tua yang telah mengijinkan anaknya menjadi Bhikkhu tersebut akan memiliki kamma baik yang Luar Biasa.
Kathina memang saat yang tepat untuk berdana 4 kebutuhan Bhikkhu. Lebih indah lagi apabila pada saat berdana bertekad juga mlepaskan dan melenyapkan ke Aku an.
KUNCI SUKSES ;
1. Belajar lebih banyak dari orang lain.
2. Bekerja lebih keras dari orang lain
3. Berkeinginan lebih sedikit dari orang lain.
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Kalau ingin sukses dalam hidup baik dalam rumah tangga maupun karir maka lenyapkan semua ketamakan, kebencian dan kegelapan batin.
Kemanapun seseorang pergi, hendaknya ia dapat selalu menumbuhkan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua mahkluk yang ada
Tidak ada kekecewaan dikala menderita.
Tidak ada kesombongan dikala suka.
Karena orang yang telah menyadari bahwa segala suka dan duka yang dialaminya adalah hasil perbuatannya sendiri.
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Setiap dari langkah kita apabila mengecewakan orang lain belajarlah untuk memperbaiki. Setiap dari langkah kita apabila membahagiakan orang lain, belajarlah untuk ditingkatkan. Sehingga akhirnya setiap langkah kita mendatangkan senyuman, tawaan serta Kebahagiaan untuk siapapun yang ada di lingkungan kita.
Keyakinan adalah salah satu harta yang kita miliki dan akan kita bawa sampai kelahiran yad. Jika kita punya keyakinan pada Dhamma, ketika meninggalpun dengan keyakinan yang kuat, bisa terlahir dalam alam Bahagia.
Menceritakan secara sederhana pengalaman sendiri setelah melaksanakan Dhamma, akan mendorong orang lain mengikutinya, juga menjadikan orang lain memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman yang serupa yaitu KEBAHAGIAAN
Petikan kata-kata bhikkhu Uttamo
* Sesungguhnya MEDITASI adalah mendidik, membimbing kita agar selalu siap menerima dan menghadapi segala PERUBAHAN yang terjadi.
* Apabila Seseorang hanya melatih diri secara fisik saja, maka ia akan menjadi orang yang munafik, pandai berpura-pura, kelakuannya baik tetapi pikirannya jahat. Ia hendaknya juga melatih pikirannya dengan meditasi.
* Mendengarkan Dhamma adalah ibarat memberikan tenaga tambahan pada batin seseorang yang mungkin lelah dalam menghadapi kenyataan hidup.
* Hendaknya seseorang berbuat baik demi perbuatan baik itu sendiri. Ibarat bunga, ia mekar demi mekarnya sendiri tanpa dipengaruhi oleh keinginan untuk dilihat maupun dipuji.
* Semakin tinggi kualitas batin dan pemahaman orang itu akan kebenaran Hukum Karma, maka semakin berkurang pula kebiasaannya merumuskan kebahagiaan yang diharapkan setelah ia melakukan suatu kebajikan.
nammo buddhaya,
anumodana atas artikel petikan kata-kata indah ini
maju dalam dhamma = maju dalam kebenaran
salam metta,
bali pie susu
http://www.balipiesusu.com
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo :
* Harta, Kekayaan, Kemoralan, Kedermawanan dan Kebijaksanaan seperti sumur. Ketika dibagikan airnya tetap sama tetapi orang yang kehausan menjadi bebas dari kehausan. Jangan hanya menjadi sumber air dalam diri kita, bagikanlah kepada siapapun dilingkungan kita serta keluarga kita sehingga kita menjadi sumur kebajikan yang tidak pernah habis.
* Seseorang yang berbuat kebajikan dalam kehidupan yang sedang menderita akan mengkondisikan dirinya mendapat kebahagiaan dalam kehidupan ini maupun yang akan datang
* Keberhasilan menganjurkan orang melaksanakan Dhamma adalah merupakan Dhammadana yang diyakini akan memberikan buah terbesar melampaui segala bentuk pemberian lainnya
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Sesungguhnya, orang yang membantu melestarikanDhamma telah melestarikan Dhammadana yang tertinggi nilainya diantara semua jenis Dhamma;
Hanya orang Bijaksana yang mampu memilih hal baik diantara banyak hal buruk, ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagian lahir dan batin.
Tidak akan ada kekecewaan dikala menderita, tiada kesombongan dikala suka, karena orang telah menyadari bahwa segala suka dan duka yang dialami adalah hasil perbuatannya sendiri.
Pasangan (suami-istri) yang baru hendaknya selalu berusaha menjaga segala bentuk pikiran, ucapan dan perbuatannya agar ditujukan pada KEBAIKAN.
Dengan kata lain, mereka mendidik diri mereka sendiri dahulu sebelum me MULAI mendidik anaknya
@ Merry
Terima kasih atas kiriman petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo yang telah disampaikan dalam beberapa kesempatan.
Semoga isi petikan kata yang disampaikan dapat bermanfaat dan membangkitkan semangat para umat maupun simpatisan Buddhis di manapun mereka berada.
Masih ditunggu kiriman petikan kata Bhikkhu Uttamo lainnya.
Namo Buddhaya,
Petikan Kata Bhikkhu Uttamo,
1.Orang yang memiliki keyakinan akan kebenaran Sang Buddha, akan bersemangat u/ melaksanakan Ajaran Luhur Sang Buddha, selalu memusatkan perhatian pada penerapan dan pelaksanaan Ajaran Sang Buddha, Tidak akan bisa terpengaruh oleh bujukan orang lain agar mencoba, apalagi memilih agama lain u/ menggantikan Buddha Dhamma yang telah diyakini dan tetap bertahan pada Buddha Dhamma apapun yang terjadi padanya.
2. “Semoga semua mahkluk selalu hidup berbahagia”. Apabila seseorang selalu mempergunakan waktu luangnya u/ mengucapkan kalimat tersebut, maka secara bertahap pikirannya akan berisikan gelombang cinta kasih.
Salam Metta
Namo Buddhaya,
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Apa yang dianggap penting oleh seseorang mungkin tidak penting bagi yang lainnya,itu urusan kebijaksanaan yang berbeda. Tetapi kita masing-masing orang harus bisa membedakan, karena inilah sesungguhnya KEBIJAKSANAAN
Petikan kata-kata Bhikkhu Uttamo
Sesungguhnya, kebahagiaan hidup bukanlah karena seseorang telah memiliki segala bentuk kenikmatan duniawi. Kebahagiaan adalah kemampuan seseorang untuk menguasai pikirannya sendiri serta memenuhinya dengan gelombang cinta kasih.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata.
Salam Metta
Namo Buddhaya,
Anumodana atas kiriman website terbaru dari Samaggi-Phala.or.id
Semoga bermanfaat buat saya dan umat Buddha lainnya.
salam metta.