Namo Buddhaya tmn2 se-Dharma,

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman gw paz Talkshow “Mengubah Stress Menjadi Sukses” yang pembicaranya dahsyat2, yaitu Bhante Uttamo dan Tung Desem Waringin…ok..free your mind,accept this lessons!!!

Talkshow  : Mengubah Stress Menjadi Sukses (8 Juni 2008)
Speaker   :

1.Bhante Uttamo
2.Tung Desem Waringin
Moderator : Ponijan Liaw

***Sesi 1 : Bhante Uttamo
Setelah duduk, Bhante Uttamo mulai menuturkan perenungan ketika beliau berjalan2 suatu hari di vihara. Saat berjalan2 tersebut, beliau melihat ke sebuah kolam teratai. Di situ nampak sebuah bunga teratai tumbuh dengan indahnya, walaupun dibawahnya ada lumpur yang kotor dan busuk.

Yang ingin disampaikan oleh Bhante Uttamo adalah hendaknya dalam hidup,kita menganut prinsip yang dimiliki oleh bunga teratai tersebut. Yaitu tetap tumbuh dengan anggun, terlepas dari semua situasi/kondisi yang menghambat.

Bhante Uttamo juga mengingatkan bahwa hendaknya dalam hidup, kita jangan selalu berkeluh kesah setiap menghadapi masalah. Ini tidak akan membantu kita dalam menghadapi stress yang timbul akibat masalah tersebut. Seperti bunga teratai tersebut, ia memang sudah berada dalam sebuah kolam dengan lumpur, so what? Life must go on. Hadapilah semua tantangan dalam hidup sebagaimana mestinya. Seperti bunga teratai yang tumbuh diatas lumpur tersebut. Kita juga dapat menggunakan masalah yang kita hadapi sebagai peluang untuk menjadi lebih baik lagi.

Lebih lanjut Bhante Uttamo mengemukakan 4 langkah dalam mengubah stress menuju sukses:

1. Miliki Keyakinan
Teman2 sekalian, bila kita stress menghadapi masalah. Langkah pertama dalam menghadapinya adalah dengan memegang keyakinan bahwa segala sesuatu berubah(tidak ada yang kekal). Mungkin saat ini, kita sedang menghadapi masalah dalam hidup kita. Namun ini PASTI akan berlalu. Melakukan ini saja sudah membuat perasaan kita lebih baik bukan?

2. Lihat sisi positifnya
Diilustrasikan oleh Bhante Uttamo, misalnya pacar yang kita sayangi setelah kita nikahi ternyata adalah pasangan yang bawel. Lihat sisi positifnya. Ternyata dulu sebelum menikah, dia mau lho sama kita saat kita. Dia mau menerima kita apa adanya.

3. Kembangkan sisi positifnya
Tentu saja kita tidak pasrah menerima keadaan. Kita juga harus berjuang memperbaiki situasi. Setelah kita berusaha memandang dan mencari sisi positif yang ada, kita harus mengembangkannya sehingga dapat memperbaiki situasi menjadi lebih baik

4. Mengembangkan perbuatan baik.
Dikatakan oleh Bhante Uttamo langkah yang terakhir ini sangat penting. Bahkan pengaruhnya mencapai 50% dari cara mengatasi stress. Kita dapat menghilangkan stress yang ada dengan melakukan perbuatan baik terhadap makhluk lain baik melalui pikiran, ucapan dan perbuatan.

*** Sesi 2 : Tung Desem Warigin
TDW memulai presentasinya dengan  konsep topik “letak kebahagiaan”.Begini, bila kita sedang stress tentunya kita tidak bahagia,bila kita bahagia tentunya kita tidak sedang stress bukan? Kuncinya adalah memahami bahwa kebahagiaan sebenarnya ada didalam diri. Bila kita meletakkan kebahagiaan kita diluar diri, maka kita akan cenderung stress.

Lebih lanjut, dikemukakan oleh TDW,ada 3 area kehidupan

1.Area di luar kontrol
Ini adalah area yg sudah tidak dapat kita ubah. Bila kita senantiasa berpikir dalam area ini, maka kita cenderung tidak bahagia. Contoh: masa lalu kita,dll

2.Area dalam pengaruh
Ini adalah area dimana kita dapat memberikan pengaruh kita. Contoh: pengaruh kepada anak2 kita,dll

3.Area dalam kontrol
Ini adalah area dimana kita berkuasa dan bertanggung jawab sepenuhnya. Pada area inilah, kita harus senantiasa terfokus.Contoh : emosi2 kita, sikap kita, pola pikir,dll

TDW menjelaskan cara mengatasi stress terhadap suatu kejadian adalah dengan bertanya kepada diri sendiri:

1. Apa yang saya syukuri dari kejadian ini? (Walaupun kejadiannya buruk, pasti hal2 yg bisa kta syukuri dari kejadian ini)
2. Apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini?
3. Tindakan yang harus saya lakukan agar:
– merasa lebih baik
– menjadi lebih baik
– membuat orang banyak lebih baik
– direstui Buddha

Kita dapat mengubah kondisi mental (dari stress/tertekan)menjadi lebih baik dengan 2 cara,  yaitu:

1. Cara Internal (dari dalam diri)

– Dengan Gerakan:
Didemonstrasikan dalam talkshow akbar tsb. Coba temen2 lakukan hal berikut ini: berdiri dengan 1 kaki didepan(kekuatan bertumpu di kaki yg depan, terserah kaki manapun yg didepan), lalu ke-2 tangan menengadah ke atas,dada dibusungkan, tersenyum.Di saat melakukan pose ini, coba temen2 bayangkan hal2 yang membuat temen2 stress. Tidak bisa khan? Kesimpulannya: hanya dengan mengubah pose/postur/gerakan tubuh kita, kita dapat mengubah perasaan kita dalam sekejap.

– Fokus
Misal temen2 dimarahi seorang (boz,org galak,dll), biasanya setelah pulang ke rumah, kejadian tersebut masih direwind terus khan?
Kita harus mengubahnya. Ingat masa lalu adalah hal diluar kontrol, sedangkan saat ini & perasaan kita skrg adalah area dlm kontrol kita.

Caranya:kita imajinasikan kembali org yg memarahi kita itu, lalu bayangkan kupingnya membesar seperti Mickey Mouse, hidungnya seperti Pinokio, pokoknya imajinasikan wajah org tersebut selucu mungkin. Lalu dalam benak kita tambahkan warna favorit kita dalam kejadian tersebut. Sekarang sudah lebih baik khan?

– Jurus Oeng
Didemontrasikan dlm talkshow, teknik ini bener2 mengubah perasaan dalam sekejap. Caranya : angkat jari telunjuk(tangan kanan) dengan posisi menunjuk ke atas. Lalu putar2 (searah jarum jam). Saat memutar2 jari telunjuk kita tersebut, bilang oeng..oeng..oeng.Makin lama makin dipercepat perputaran & oeng-nya. Lalu pada puncak-nya masukkan jari ke hidung dan katakan hal yg mengganggu kita (mis. lg kesel) : lagi kesel nih ye…

2. Cara eksternal (dari luar diri)
– Dengan mendengarkan musik2 yang bikin semangat (Inget yg bikin SEMANGAT!!! Bukan yg MELANKOLIS)

– Cari temen2 yang positif, yg sedang semangat dan bergaul dengan mereka.

– Baca buku2 yg memotivasi

*** Sesi tanya jawab
Pada sesi ini, ke-2 pembicara ini tampil kembali keatas panggung, kali ini disertai dengan Ponijan Liaw sebagai moderator. Sesi ini sangat menarik sebab selain dikarenakan pembicaranya yang dahsyat2 juga tingginya antusias audiens dalam bertanya.Berikut bbrp pertanyaan(tidak semua) yang dijawab secara memuaskan:

Audiens(AU): Bagaimana bila stress yg ditangani muncul kembali?
Bhante Uttamo: Ada 3 cara dalam menghadapi-nya

1. Berkompromi dengan harapan : turunkan harapan
Misal: Sudah bekerja sekian tahun di suatu perusahan, namun gajinya belum naik sejumlah x rupiah. Maka cukup dengan menurunkan harapan kita terhadap kenaikan gaji yg kita inginkan

2. Naikkan kualitas diri : tingkatkan perilaku diri
Misal: Karena ingin mendapat jumlah gaji yang kita inginkan,kita bekerja lebih rajin lagi sampai mendapat jumlah yg kita inginkan

3. Berkompromi dengan waktu : ada kalanya waktu yg menentukan.
Misal: Target yg kita inginkan adalah 5 juta. Sementara gaji kita sekarang adalah 2.5juta. Maka kita perlu bersabar dengan berjalannya waktu (2bulan = 5 juta)

Di sela2 acara tanya jawab,masing2 pembicara sharing ttg prinsip dalam menghadapi tekanan.

*Bhante Uttamo: Prinsip Jari Tengah
Coba kita lihat jari kita masing2 dan anggap
-Jari tengah     sbg diri kita sendiri
-Jari kelingking sbg orang yg keadaannya lbh buruk dr kita
-jari jempol       sbg orang yg keadaannya lbh baik dr kita

Dalam hidup kita cenderung tertekan klo membandingkan diri dengan org yg diatas kita. Coba direnungkan, harusnya kita berbahagia atas kondisi kita skrg karena sebetulnya msh banyak org2 yg kondisinya lbh buruk drpd kita (Ingat pepatah lama: Ia selalu mengeluh akan sepatu baru, sampai bertemu dengan org yg tidak punya kaki).Namun kita juga jgn terus membandingkan diri dengan org yg lbh dibawah kita, nanti kita malah comfort zone.

Pesan dari Bhante Uttamo:
Hidup adalah perjuangan begitu pula kesuksesan perlu diperjuangkan.
Kesuksesan adalah perkara dimana anda mau bangkit setelah mengalami kegagalan
Keluarlah dari comfort zone anda.

*Tung Desem Waringin: Definisi sukses
Pernahkah tmn2 saat ingin sukses(mencapai sesuatu) dalam 1 hal
-Klo belum tercapai, tertekan
-Sedangkan klo mau berbahagia, takut masuk ke comfort zone

Solusinya?
Kita perlu mendefinisikan sukses dgn cara yg lbh memberdayakan.
Definisinya :
Sukses adalah mengejar apa yg kita inginkan dan dalam proses mencapainya kita BERBAHAGIA atas segala sesuatu yg sudah kita miliki. Dengan kata lain perbedaan antara org2 sukses dan tidak sukses adalah org sukses BERPRESTASI DGN BAHAGIA bukan BERBAHAGIA KARENA BERPRETASI.

*Ponijan Liaw : Prinsip Cek
Hari yg lalu adalah cek yg sudah expired
Hari yg akan dtg adalah cek yg dijanjikan
Hari ini adalah cek tunai

Maksudnya mengarah kepada essensi dari Buddhist yaitu hiduplah penuh kesadaran. Hiduplah saat ini.

*** Titik persamaan materi ke-2 pembicara
Bhante Uttamo : Segala sesuatu yang terjadi itu sifat-nya netral.
Tung Desem    : Apapun yang terjadi didalam hidup ini, tidak ada   artinya sampai kita yang memberi arti.

***Titik persamaan antara ke2 pembicara:
1. Keduanya adalah orang Jawa Tengah
2. Keduanya mempunyai gaya speaker yg humoris

Mohon maaf bila ada kesalahan dalam pengepost-an thread ini. Bila ada teman2 lain yang juga ikut  dlm Talkshow ini, sharing2 yah pengalamannya..Thx all…

Semoga bermanfaat.

Salam Metta,
-Dedy Lai-
http://www.secangkirteh.com/

Posting ini telah dilihat sebanyak :6375

Filed under: Ceramah Bhikkhu UttamoNaskah Dhamma

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!