“ATITAM NANVAGAMEYYA,
NAPPATIKANKHE ANAGATAM.
YADATITAMPAHINATAM,
APPATANCA ANAGATAM.”
“Janganlah seseorang menyesali masa lalu,
atau melamun tentang masa mendatang.
Yang lalu sudah lewat,
yang akan datang belumlah tiba.”
Dulu, ketika kita masih kecil, kita sering ditanya oleh orang tua kita, tetangga, teman dan oleh siapa saja yang bertemu dengan kita. Maklum anak kecil, jawabannya tentu sangat polos. Aku mau menjadi guru, aku mau jadi pilot, aku mau jadi presiden, dan lain-lain jawabannya. Apakah cita cita yang dilontarkan pada masa kecil itu akan menjadi kenyataan? Tidak. Tidak semua cita-cita kita bisa tercapai, bahkan cita cita itu terkadang tidak sama dengan kemampuan kita sehingga kandas di tengah jalan.
Seperti halnya yang saya alami sekarang. Dahulu saya tidak mempunyai cita-cita untuk menjadi bhikkhu, namun saat ini saya menjadi seorang bhikkhu. Cita cita hanyalah tinggal cita cita dan hanya menjadi sebuah kenangan.
Masing-masing orang mempunyai kemampuan yang tidak sama, karena pengalaman masa lampaunya yang tidak sama. Baca Selengkapnya…
Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.
Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.
Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.
Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya. Baca Selengkapnya…
Illustrasi kehidupan yang luar biasa…
Mudah-mudahan sempat dibaca.
Seorang dokter yang sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi…
Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya.
“Kenapa lama sekali Anda sampai ke sini? Apa Anda tidak tau, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?”, labrak si ayah.
Dokter itu tersenyum, “Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”
Lalu ia menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. “Syukurlah, keadaan anak Anda kini sudah stabil.” Baca Selengkapnya…
Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai.
Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang pria yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.
Dia terus berharap agar kamma baik berbuah dalam bentuk keselamatan. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.
Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama. Baca Selengkapnya…
Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA.
Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang ke dua.
Sebagaimana layaknya para ibu, Karen memberitahu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun tentang kehadiran adik bayinya.
Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.
Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan.
Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen: “Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.”
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya.
Lain halnya dengan kakaknya, Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! Baca Selengkapnya…
Ini adalah sebuah kisah tentang kasih sayang yang begitu besar seorang ayah terhadap anak laki-lakinya yang menderita cacat di otaknya sejak lahir. Terkadang kesulitan menjadikan jalan untuk menunjukkan kemampuan yang sebenarnya. Sebuah penderitaan merupakan jalan untuk menunjukkan cinta yang sesungguhnya. Ungkapan itu semakin lama semakin bisa dipahami. Terlebih saat membaca dan melihat kisah keluarga dari Boston, Amerika Serikat ini.
Memang ada orang yang mengeluh karena kesulitan. Ada banyak juga yang tampil sebagai pribadi yang keras dan pemarah karena beban derita yang besar. Sebagian orang kerap tergoda untuk lebih mudah marah dan gampang membenci saat banyak masalah datang. Namun kisah cinta seorang ayah ini mulai membuka mata setiap orang, bahwa penderitaan adalah sungguh jalan untuk menunjukkan cinta.
Kisah ini bercerita tentang sebuah keluarga yang terus mencintai anaknya dalam penderitaannya. Mungkin Anda pernah mendengar tokoh ini, atau sudah pernah melihat videonya, tidak apa, tapi mungkin ada yang belum pernah mendengar, siapa tahu apa yang saya tulis kembali disini ini dapat berguna sebagai sebuah pelajaran hidup untuk kita semua. Baca Selengkapnya…
Nama ‘Samaggi Phala’ terdiri dari dua kata bahasa Pali, yaitu ‘Samaggi’ yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai: ‘Persatuan’ sedangkan ‘Phala’ adalah ‘Buah’. Jadi, ‘Samaggi Phala’ dapat diartikan sebagai ‘Buah Persatuan’.
Penggunaan nama ini dimaksudkan agar website Buddhis Samaggi Phala dapat dijadikan sarana menggalang persatuan para umat serta simpatisan Buddhis di manapun berada . . . . . .
SANGHA THERAVADA INDONESIA Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Jl. Agung Permai XV/12 Jakarta 14350 Vihara Mendut, Kotak Pos 111, Kota Mungkid 56501 Magelang KEPUTUSAN SIDANG MAHASANGHASABHA (PERSAMUHAN AGUNG) TAHUN 2011 SANGHA THERAVADA INDONESIA Nomor : 01/PA/VI/2011 Tentang : EVALUASI PERTANGGUNGJAWABAN THERANAYAKA (KETUA DEWAN SESEPUH) SANGHA THERAVADA INDONESIA TAHUN 2010 – 2011 NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASSA [...]
No. 388 TUṆḌILA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sesuatu yang aneh hari ini,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang takut dengan kematian. Ia lahir di Sāvatthi (Savatthi) dalam sebuah keluarga yang terpandang dan ditahbiskan dalam keyakinannya terhadap ajaran Buddha, tetapi ia takut dengan kematian. Ketika [...]
No. 420 SUMAṄGALA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sadar akan perasaan marah,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Jetavana, tentang nasihat kepada seorang raja. Di dalam kisah ini, atas permintaan raja itu, Sang Guru menceritakan sebuah kisah masa lampau. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai putranya. [...]
Web Samaggi Phala dapat diakses melalui handphone pada alamat yang sama namun dengan tampilan berbeda yaitu Samaggi Phala Mobile Version.
Bila Anda menemukan kekurangan maupun link yang belum berfungsi sesuai harapan, jika berkenan, silahkan memberikan masukan maupun saran melalui fasilitas Kontak Kami.
Terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kerjasama yang telah diberikan.
Sekedar selingan :
Silahkan gunakan klik kiri mouse di kolam untuk memberi makan ikan-ikan yang sedang asyik berenang mengikuti arah mouse sebagai latihan berpikir dan berbuat kebajikan
Bagikan info pada halaman ini lewat Facebook, Twitter dsb.