| 1. |
Saya ingin bertanya kepada-Mu, Gotama, tentang manusia yang menderita keruntuhan. Saya datang kepada-Mu untuk menanyakan penyebab-penyebab keruntuhan itu. |
(91) |
|
Sang Buddha : |
|
| 2. |
Dengan mudah dapat diketahui siapa yang maju, dengan mudah pula dapat diketahui siapa yang runtuh. Dia yang mencintai Dhamma akan maju, dia yang membenci Dhamma akan runtuh. |
(92)1 |
| 4. |
Dia yang senang berteman dengan orang jahat tidak akan suka bergaul dengan yang luhur; dia lebih menyukai ajaran dari orang jahat itu –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(94) |
| 6. |
Suka tidur, cerewet, lamban, malas dan mudah marah –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(96) |
| 8. |
Dia yang walaupun kaya namun tidak menyokong ayah ibunya yang sudah tua dan lemah –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(98) |
| 10. |
Dia yang menipu dengan menyamar menjadi pendeta, bhikkhu atau guru spiritual lain –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(100) |
| 12. |
Walaupun memiliki harta, aset, kekayaan berlimpah, namun dia menikmati semua itu sendirian –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(102) |
| 14. |
Jika dia menjadi sombong karena keturunan, kekayaan, atau lingkungannya, serta memandang rendah handai-taulan dan sanak-keluarganya –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(104) |
| 16. |
Senang bermain perempuan, mabuk-mabukan, berjudi, dan menghambur-hamburkan apa yang telah diperolehnya –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(106) |
| 18. |
Tidak puas dengan istrinya sendiri dan terlihat bersama pelacur atau istri orang lain –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(108) |
| 20. |
Setelah melewati masa muda, lalu memperistri orang yang masih muda, kemudian tidak bisa tidur karena merasa cemburu –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(110) |
| 22. |
Mempercayai dan memberi kekuasaan pada wanita yang suka mabuk dan menghambur-hamburkan uang, atau pada laki-laki yang berperilaku seperti itu –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(112) |
| 24. |
Jika seorang anggota keluarga [atau kelompok sosial atau komunitas] yang berpengaruh, yang memiliki ambisi membara namun tak memiliki sarana memadai, yang mengejar kekuasaan atau ingin menguasai orang-orang lain –inilah penyebab keruntuhan seseorang. |
(114) |
| 26. |
Dengan merenungkan secara mendalam semua penyebab keruntuhan di dunia ini, maka orang bijak yang memiliki pandangan terang akan menikmati kegembiraan di alam bahagia. |
(115) |