|
Tissametteyya: |
|
| 1. |
O, Guru yang agung, beritahukanlah apa salahnya manusia terbiasa melakukan hubungan seksual. Dengan mempelajari peringatan Guru, kami akan melatih diri dalam kesendirian. |
(814) |
|
Sang Buddha: |
|
| 2. |
Di dalam diri manusia yang terbiasa melakukan hubungan seksual tidak lagi terdapat praktek Ajaran dan dia tidak lagi belajar. Dia menggunakan dirinya secara salah. Itulah yang tercela di dalam dirinya. |
(815) |
| 3. |
Bagi manusia yang pada mulanya bisa berjalan sendirian tetapi kini memiliki kebiasaan melakukan hubungan seksual, para bijaksana menyebut manusia tak-terkendali seperti itu makhluk biasa yang rendah, seperti kereta sempoyongan. |
(816) |
| 4. |
Kemasyhuran dan nama baik yang sebelumnya dimilikinya lenyaplah sudah. Karena melihat hal ini, sudah seharusnya dia berlatih meninggalkan hubungan seksual. |
(817) |
| 5. |
Dia yang dikuasai oleh buah-pikir akan terus-menerus memikirkan hal itu bagaikan manusia sengsara. Dan setelah mendengar celaan manusia lain, dia menjadi tertekan. |
(818) |
| 6. |
Karena tersiksa oleh kata-kata orang lain, dia menghancurkan hidupnya sendiri dengan tindakan-tindakan yang salah. Dia menjadi melekat dan tenggelam di dalam kepalsuan. |
(819) |
| 7. |
Pada mulanya, ketika dia menjalani kehidupan kesendirian, para bijaksana menganggapnya ‘manusia bijaksana’, tetapi semenjak dia memanjakan diri di dalam hubungan seksual, mereka menyebutnya ‘manusia tolol!’ |
(820) |
| 8. |
Karena menyadari bahaya di dunia ini dari awal sampai akhirnya, secara ketat manusia bijaksana menjaga kehidupan kesendiriannya. Dia tidak menyerahkan diri pada hubungan seksual. |
(821) |
| 9. |
Hendaknya dia berlatih di dalam kehidupan kesendirian, karena itulah kehidupan yang suci. Karena itu dia tidak boleh menganggap dirinya yang terbaik. Sesungguhnya, dia adalah manusia yang berada di ambang pembebasan [Nibbana]. |
(822) |
| 10. |
Manusia bijaksana yang tenang dan hidup sendirian ini tetap bebas dari nafsu-nafsu indera dan telah menyeberangi arus kecenderungan-kecenderungan semacam itu. Mereka yang terbelenggu oleh ikatan-ikatan seksual benar-benar iri kepadanya. |
(823) |